Label

Minggu, 18 Desember 2016

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

A. Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Manajemen merupakan suatu keahlian dalam memproses tindakan-tindakan seperti perencanaan, pengelolaan,  pengorganisasian, serta pengawasan dalam melaksanakan suatu kegiatan. Proses-proses ini dilakukan untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. Pencapaian ini dapat diperoleh dengan memanfaatkan kemampuan orang lain (sumber daya manusia) serta sumber-sumber lainnya. Manajemen sesungguhnya amat diperlukan dan dibutuhkan agar segala sesuatu hal dapat terkontrol dengan baik. Proses manajemen didefinisikan sebagai aktifitas-aktifitas:

1.   Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
2.    Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
3.  Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternatif disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

Nah, untuk sistem sendiri merupakan sekumpulan elemen atau objek yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Sedangkan informasi merupakan sekumpulan data yang sebelumnya telah diolah untuk menjadi suatu pengetahuan baru yang dibutuhkan.
Jadi, dapat disimpulkan sistem informasi manajemen merupakan merupakan suatu sistem yang melakukan proses perencanaan, pengelolaan, penganalisaan serta menyimpulkan data yang telah didapat untuk menghasilkan suatu informasi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
  • Sistem informasi manajemen ini sendiri sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi. Sistem informasi manajemen sendiri merupakan kumpulan dari beberapa sistem informasi, diantaranya:
  • Sistem informasi akuntansi(accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
  • Sistem informasi akademik (academic information systems), menyediakan informasi tentang proses pendidikan yang sedang berjalan di suatu akademi/sekolah/perguruan.
  • Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
  • Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
  • Sistem informasi personalia (personal information systems).
  • Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
  • Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
  • Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
  • Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
  • Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
  • Sistem informasi analisis software
  • Sistem informasi teknik (engineering information systems).
  • Sistem informasi Rumah Sakit (Hospital information systems).

B. Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Fungsi utama diterapkannya sistem informasi manajemen dalam organisasi adalah sebagai berikut:
  • Mempermudah pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada semua departemen yang memiliki hubungan komando atau koordinasi dengannya.
  • Meningkatkan efisiensi dan efektifitas data yang tersaji akurat dan tepat waktu.
  • Meningkatkan produktifitas dan penghematan biaya dalam suatu organisasi.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja yang terkoordinir dan sistematis.

C. Contoh Penerapan Sistem Informasi Manajemen

Berikut ini merupakan beberapa contoh penerapan sistem informasi manajemen:

       1. Informatic Management System (IMS)
          
         IMS berfungsi untuk mendukung spektrum tugas-tugas dalam organisasi serta dapat digunakan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga dapat menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi, seperti e-procuremen.
          
      2. Knowladge Work System (KWS)
     
         Sistem ini mengintegrasikan satu pengetahuan baru ke dalam organisasi. Dengan ini, diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan mereka.

      3. Executive Support System (ESS)

       Sistem ini membantu manager dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan berpegang pada grafik dan pendukung komunikasi lainnya.

      4. Enterprise Resource Planning (ERP)

       Sistem ERP ini biasanya digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola manajemen dan melakukan pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit bidang kerja Keuangan, Accounting, Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Operasional dan Pengelolaan Persediaan.

      5. Supply Chain Management (SCM)

       Sistem SCM ini sangat bermanfaat bagi pihak manajemen dimana data-data yang disajikan terintegrasi mengenai manajemen suplaibahan baku, mulai dari pemasok, produsen, pengecer, hingga konsumen akhir.


Sumber:

https://id.wikipedia.org/

https://www.kembar.pro/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar